Pengertian dan Cara Membuat Neraca Saldo

Pengertian dan Cara Membuat Neraca Saldo

Pengertian dan Cara Membuat Neraca Saldo

 

Terdapat beberapa siklus akuntansi dalam sistem akuntansi yang perlu dilakukan oleh setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan barang. Sistem akuntansi tersebut sangat bermanfaat untuk laporan keuangan serta aktivitas di perusahaan yang telah terjadi. Sistem akuntansi di perusahaan barang atau jasa ini pada umumnya tidak terdapat perbedaan yang khusus.

Perbedaan yang ada hanya ada di kegiatan-kegiatan yang dilakukan di perusahaan jasa maupun barang yang mana membuat siklus di dalam sistem akuntansi sedikit berbeda. Di dalam sistem akuntansi perusahaan juga terdapat istilah neraca saldo.

Pengertian Neraca Saldo

Neraca saldo yang memiliki nama bahasa Inggris dikenal dengan trial balance. Pengertian neraca saldo ini yakni sebagai suatu daftar yang semuanya berisikan tentang jenis-jenis nama akun yang disertai juga dengan saldo total dari tiap-tiap akun. Setiap akun ini tentunya yang telah disusun sistematis dan juga telah sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Neraca saldo tersebut akan disiapkan untuk membantu melihat kesamaan ataupun keseimbangan antar debit dengan jumlah kredit pada setiap akun yang terdapat di dalam buku besar perusahaan. Biasanya neraca saldo ini memuat terkait ringkasan dari akun transaksi yang disertai juga dengan saldonya.

Kemudian akan berfungsi sebagai dasar yang digunakan untuk menyiapkan laporan keuangan atau juga sebagai bahan untuk melakukan evaluasi. Dalam arti lain, neraca saldo ini akan disusun sesudah penyusunan buku besar perusahaan serta akan dibuat dengan sistematis yang sesuai dengan kode akun sehingga tidak acak.

Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo ini umumnya mempunyai 4 fungsi, antara lain:

  • Fungsi persiapan

Fungsi pertama dari neraca saldo yakni sebagai persiapan guna mempersiapkan untuk pembuatan laporan di akhir keuangan perusahaan, baik itu perusahaan jasa ataupun juga perusahaan barang.

  • Fungsi pencatatan

Neraca saldo menjadi tempat untuk melakukan berbagai macam pencatatan. Dalam hal ini, pencatatan-pencatatan yang sudah dilakukan tersebut merupakan pencatatan data-data yang sudah ada di tiap-tiap akun rekening. Fungsi pencatatan tersebut juga menjadi bagian utama dari ilmu akuntansi.

  • Fungsi koreksi

Fungsi neraca saldo juga menjadi tempat untuk dilakukannya kegiatan koreksi terhadap catatan-catatan yang disertai pula dengan siklus akuntansi yang sebelum membuat neraca saldo telah dilakukan. Di dalam laporan neraca saldo itu sendiri juga akan mudah mengetahui apakah terdapat kesalahan ataupun kekurangan di dalam pencatatan. Caranya adalah dengan melihat kesamaan-kesamaan hasil di akhir kolom debit serta kolom kredit.

  • Fungsi monitoring

Catatan neraca saldo yang mana di dalamnya berisikan ringkasan-ringkasan data pada setiap akun. Selain itu juga memiliki fungsi untuk informasi serta untuk monitoring keuangan di dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan barang.

Berdasarkan fungsi-fungsi neraca saldo di atas, ada manfaat lainnya lagi dari neraca saldo ini, baik itu bermanfaat untuk perusahaan jasa maupun barang. Manfaatnya yaitu sebagai ringkasan dari semua akun di buku besar perusahaan. Selain itu, neraca saldo juga bermanfaat untuk memberikan berbagai informasi terkait keuangan yang valid guna penyusunan laporan laba rugi, laporan neraca dan juga laporan ekuitas.

Sebagaimana bahasa Inggrisnya yaitu trial balance, maka neraca saldo ini punya manfaat guna menguji keseimbangan antara jumlah debit dengan jumlah kredit yang terdapat di dalam buku besar perusahaan. Selain itu juga guna membuktikan bahwasanya akurasi pada perhitungan di dalam sistem pembukuan yang sudah berjalan tersebut di setiap periode tahunan selama  perusahaan beroperasi.

Jenis Neraca Saldo

Neraca saldo terbagi ke dalam 3 jenis, yakni:

  • Neraca saldo belum disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)

Pengertian dari neraca saldo belum disesuaikan atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Unadjusted trial balance yaitu daftar saldo yang telah dibuat sesudah seluruh transaksi di unggah ke dalam buku besar perusahaan. Seluruh saldo akun yang terdapat di buku besar itu kemudian akan dipindahkan ke daftar saldo.

 

Neraca saldo yang belum disesuaikan ini kemudian akan disiapkan guna melakukan penentuan apakah terjadi sebuah kesalahan atau tidak di dalam unggahan debit dan juga kredit ke dalam buku besar. Dengan daftar saldo yang masih belum disesuaikan tersebut, maka Anda bisa menemukan kesalahan-kesalahan dengan mudah serta bisa langsung memperbaikinya.

  • Neraca Saldo setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Pengertian dari neraca saldo setelah penyesuaian atau dalam bahasa Inggrisnya di sebut dengan adjusted trial balance yaitu daftar saldo yang telah dibuat sesudah terjadinya proses penyesuaian terhadap akun-akun tertentu.

 

Mengapa harus memerlukan penyesuaian? Nah, apabila perusahaan Anda memakai prinsip akuntansi yang aktual, maka akan terdapat akun-akun yang mengharuskan penyesuaian sebelum dilakukan penyusunan laporan keuangan perusahaan. Akun-akun tersebut di antaranya seperti pendapatan diterima di muka, saldo akun untuk membayar di muka serta saldo akun untuk bahan habis pakai.

 

Jika tidak melakukan penyesuaian, maka laporan keuangan perusahaan yang akan dihasilkan tidak valid atau kurang valid sehingga kurang mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Contohnya seperti jumlah laba dan rugi yang terlalu besar maupun terlalu kecil, sebab terdapat biaya dan juga pos pendapatan yang semestinya tidak diperhitungkan.

 

  • Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

Pengertian dari neraca saldo setelah penutupan atau post closing trial balance yakni daftar saldo yang dipakai guna memastikan bahwa buku besar perusahaan sudah punya saldo yang dipakai untuk awal periode yang selanjutnya.

 

Prosedur tersebut merupakan langkah yang paling akhir di dalam satu periode akuntansi sesudah didapat adanya ayat jurnal penutup yang telah dimasukkan. Seluruh akun dan saldo dalam daftar saldo penutup ini merupakan saldo dan akun yang harus sama di neraca saldo pada akhir periode.

Cara untuk Menyusun Neraca Saldo

Seluruh saldo yang terdapat di dalam buku besar perusahaan sifatnya adalah sementara. Biasanya juga sering dijadikan sebagai dasar di dalam penyusunan neraca saldo. Penyusunan neraca saldo ini biasanya akan dilakukan di akhir-akhir bulan maupun di akhir-akhir periode akuntansi. Penyusunan neraca saldo ini akan begitu bergantung terhadap bentuk akun itu sendiri yang terdapat di buku besar.

Apabila buku besar biasanya bentuknya stafel, maka neraca saldo ini bisa disusun dengan memasukkan jumlah saldo yang sebelumnya tekah disediakan di tiap-tiap akun dalam buku besar. Apabila akun di buku besar tersebut bentuknya skontro maupun berbentuk T, maka saldo di setiap akun buku besar mesti dihitung dulu.

Langkah Menyusun Neraca Saldo

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyusun neraca saldo:

  • Menghitung saldo di setiap akun buku besar

Langkah pertama dalam menyusun neraca saldo yakni dengan menjumlahkan sisi debit serta kredit dari akun di dalam buku besar perusahaan. Setelah itu barulah menentukan saldo di setiap akun. Memindahkan saldo di setiap akun buku besar perusahaan yang bentuknya stafel yang telah disesuaikan dengan letak debit dan juga kredit.

  • Selanjutnya akan dilakukan langkah untuk menyusun saldo di setiap akun dalam buku besar perusahaan untuk dimasukkan ke dalam neraca saldo yang sudah disesuaikan sebelumnya dengan nomor kode akun serta tingkat liquiditas.

Nah, demikianlah ulasan terkait pengertian neraca saldo dan cara membuatnya. Semoga bisa Anda ambil manfaatnya di dalam artikel di atas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *